Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Reza Ravika Borong Dua Gelar pada PORMA IAIN Curup 2024, Harumkan Nama Prodi HTN
Rejang Lebong, 26 November 2024 – KAPITEN (Kabar Prestasi Hukum Tata Negara) kembali menghadirkan kabar membanggakan dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup. Mahasiswi HTN angkatan 2022, Reza Ravika, berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (PORMA) IAIN Curup 2024.Dalam kompetisi tersebut, Reza Ravika sukses meraih Juara 1 Tenis Meja Tunggal Putri dan Juara 3 Badminton Tunggal Putri. Capaian ini menjadi bukti semangat, kerja keras, dan dedikasi mahasiswa Prodi HTN dalam mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang olahraga.Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkompetisi secara sehat, mengembangkan bakat, serta membawa nama baik Program Studi Hukum Tata Negara dan IAIN Curup di berbagai ajang kompetisi.Keluarga besar Program Studi Hukum Tata Negara FSEI IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Reza Ravika atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan menginspirasi mahasiswa lainnya.
Mahasiswa HTN IAIN Curup Raih Juara III Lomba Cerdas Cermat Dies Natalis HIMIKA Part V Universitas Dehasen Bengkulu Tahun 2024
Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Curup melalui organisasi U-DETE HTN mengirimkan tiga tim untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) dalam rangka Dies Natalis HIMIKA Part V Universitas Dehasen Bengkulu Tahun 2024. Ketiga tim tersebut berpartisipasi sebagai bentuk komitmen Program Studi HTN dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan meningkatkan daya saing melalui kompetisi antarmahasiswa.Dalam pelaksanaannya, dua tim harus terhenti pada babak penyisihan. Namun, satu tim berhasil menunjukkan performa yang membanggakan hingga meraih Juara III pada kompetisi tersebut. Tim yang mengharumkan nama Program Studi HTN IAIN Curup tersebut beranggotakan Anggel Aulia Marsella, Regina Putri Utami, dan Lala Nabila Utami.Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat juang, kerja sama, dan kemampuan akademik mahasiswa HTN mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti berbagai kompetisi, serta terus mengharumkan nama Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Curup di tingkat regional maupun nasional.
Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup Perkuat Sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang
Kepahiang 12 November 2024 – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup melaksanakan kunjungan akademik ke Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan hukum.Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara serta disambut langsung oleh jajaran Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pelaksanaan praktik peradilan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program akademik.Selain sesi diskusi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antara Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup dan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang. Mahasiswa turut memperoleh wawasan mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme penyelesaian perkara di lingkungan peradilan agama.Melalui kegiatan ini, Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup berharap sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang dapat terus berkembang dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperluas jejaring kemitraan, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan pengalaman praktik yang mumpuni di bidang hukum.
Dosen Prodi HTN IAIN Curup Menjadi Narasumber dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas PKD dan PTPS yang diselenggarakan oleh BAWASLU Rejang Lebong Tahun 2024
Rejang Lebong, 7 November 2024 - Penguatan kapasitas Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) menjadi salah satu langkah penting dalam mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.Hal tersebut disampaikan oleh Habiburrahman, S.H.I., M.H. dan Tomi Agustian, S.H., M.H., selaku dosen Hukum Tata Negara (HTN), dalam kegiatan penguatan kapasitas pengawas pemilu yang membahas peran, tugas, regulasi, serta strategi pengawasan PKD dan PTPS dalam mengawal Pilkada.Dalam pemaparannya, Habiburrahman menjelaskan bahwa PKD dan PTPS memiliki posisi strategis dalam memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PKD bertugas mengawasi tahapan pemilihan di tingkat kelurahan atau desa, sedangkan PTPS berperan mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara.“Pengawas pemilu harus memahami struktur kelembagaan, regulasi, serta tata cara penanganan pelanggaran. Pengawasan yang baik tidak hanya dilakukan pada hari pemungutan suara, tetapi sejak tahapan persiapan, kampanye, distribusi logistik, hingga penghitungan suara,” ujar Habiburrahman.Ia menambahkan, pemahaman terhadap regulasi menjadi modal utama bagi PKD dan PTPS dalam menjalankan tugas. Beberapa ketentuan yang perlu dipahami antara lain Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, peraturan Bawaslu, peraturan KPU, serta kode etik penyelenggara dan pengawas pemilu. Materi kegiatan juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap prosedur pelaporan dugaan pelanggaran, netralitas aparatur sipil negara, pencegahan politik uang, dan penggunaan sistem informasi pengawasan pemilu.Sementara itu, Tomi Agustian menekankan bahwa pengawas pemilu harus memiliki kompetensi observasi, analisis, komunikasi, ketegasan, dan netralitas. Menurutnya, pengawas tidak boleh berpihak kepada peserta pemilihan dan harus mampu mengambil tindakan secara profesional ketika menemukan dugaan pelanggaran.“Integritas pengawas merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap laporan harus disusun secara rinci, berdasarkan fakta, dan dilengkapi dengan bukti pendukung agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Tomi.Menurut Tomi, tantangan yang dihadapi PKD dan PTPS di lapangan cukup beragam, mulai dari praktik politik uang, intimidasi, tekanan dari pihak tertentu, keterbatasan dukungan logistik, hingga masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan pemilu.Untuk menghadapi tantangan tersebut, pengawas didorong membangun koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan, aparat keamanan, pemantau pemilu, serta masyarakat. Selain itu, pemetaan wilayah rawan pelanggaran, edukasi kepada pemilih, dan pemanfaatan teknologi dalam pelaporan juga dinilai penting untuk memperkuat efektivitas pengawasan.Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kapasitas PKD serta PTPS dalam menjalankan tugas. Dengan pengawasan yang kuat, seluruh tahapan Pilkada diharapkan berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.Habiburrahman dan Tomi Agustian juga mengingatkan agar seluruh pengawas bekerja secara jujur, tegas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengawal proses demokrasi di tingkat kelurahan, desa, hingga TPS.
Prodi HTN IAIN Curup Perluas Jejaring Global Lewat Kerja Sama dengan MILA University Malaysia
-Kuala Lumpur, 28-29 Oktober 2024 Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan MILA University Malaysia. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi akademik sekaligus meningkatkan daya saing sivitas akademika di tingkat internasional.Kegiatan penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh dua dosen dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup yaitu David Aprizon Putra, S.H., M.H dan Habiburrahman, S.H.I., M.H. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen para akademisi IAIN Curup dalam mendukung penguatan kerja sama internasional yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Melalui kesepakatan tersebut, kedua perguruan tinggi sepakat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, penyelenggaraan seminar internasional, hingga pengembangan program pendidikan yang berorientasi global. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kedua institusi.Dengan adanya MoU ini, Prodi HTN IAIN Curup semakin mempertegas posisinya yang aktif membangun kolaborasi internasional. Ke depan, implementasi berbagai program hasil kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas peluang bagi sivitas akademika untuk berkiprah di tingkat global.
Sembilan Presenter Prodi HTN IAIN Curup Tampil pada 2nd ICDCLAS 2024 Bertaraf Internasional
Curup, 18 Oktober 2024 – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup kembali menorehkan prestasi akademik melalui partisipasi aktif dalam The 2nd International Conference on Da'wah, Law, Islamic Economics, Communication, Education, and Culture (ICDCLAS) 2024 yang diselenggarakan oleh IAIN Curup.Sebanyak sembilan presenter dari Prodi HTN turut ambil bagian dalam konferensi internasional tersebut, terdiri atas dua dosen dan tujuh mahasiswa. Adapun presenter yang mewakili Prodi HTN yaitu David Aprizon Putra, S.H., M.H., Habiburrahman, S.H.I., M.H., Alfin Syafrial, Riski Yundari, Sulistriani, Aulia Tri Safrianti, Reza Ravika, Regi, dan Resti Natalia.Konferensi ini mengangkat tema "Exploring the Intersections of Law, Islamic Economics, Islamic Communication, Education, and Culture: A Global Perspective" dengan menghadirkan narasumber internasional dari Thailand, Malaysia, dan Irak. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah sekaligus memperkuat kolaborasi akademik di tingkat global.Keikutsertaan dosen dan mahasiswa Prodi HTN dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen Program Studi Hukum Tata Negara IAIN Curup dalam meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional.