Indeks Berita
Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.
Ketua Prodi Ilmu Falak IAIN Curup Ikuti Rukyatul Hilal Awal Rabiul Awal 1448 H di Candi Sukuh
Ketua Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Curup, Ridho Kimurasoderi, M.H., turut mengikuti kegiatan rukyatul hilal awal bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah yang dilaksanakan di Kompleks Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Falak Day 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta). Falak Day 2026 mengusung tema “Camp Astronomi Islam: Menjelajah Langit, Astrofotografi dan Rukyatul Hilal” dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa Ilmu Falak dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IAIN Curup.Dalam kegiatan rukyatul hilal tersebut, Tim Rukyat Hilal Lembaga Hisab Rukyat Al-Hilal Fakultas Syariah UIN Surakarta melakukan pengamatan menggunakan teleskop astronomi yang dilengkapi sistem pencitraan digital. Pengamatan dilakukan sejak menjelang Matahari terbenam hingga beberapa saat setelah waktu Magrib.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal awal Rabiul Awal 1448 H berhasil terekam melalui kamera teleskop. Citra tersebut memperlihatkan sabit muda di ufuk barat dalam kondisi langit yang cukup mendukung. Keberhasilan pengamatan ini juga sejalan dengan hasil hisab yang menunjukkan bahwa pada 13 Agustus 2026 atau 29 Safar 1448 H, posisi hilal di wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria imkan rukyat.Keikutsertaan Ridho Kimurasoderi, M.H. dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi dan jejaring akademik Prodi Ilmu Falak IAIN Curup. Rukyatul hilal tidak hanya menjadi kegiatan observasi untuk menentukan awal bulan Hijriah, tetapi juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan ilmu hisab dan astronomi Islam secara langsung di lapangan.Kegiatan ini memberikan pengalaman dalam penggunaan instrumen astronomi modern sekaligus memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara hisab dan rukyat. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan Falak Day 2026 yang memberikan ruang bagi akademisi dan mahasiswa untuk mengintegrasikan teori astronomi Islam dengan praktik observasi lapangan.Kompleks Candi Sukuh dipilih sebagai lokasi pengamatan karena berada di kawasan dataran tinggi dengan kondisi horizon barat yang relatif terbuka sehingga mendukung kegiatan observasi benda langit. Lokasi tersebut juga telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pengamatan astronomi dan menjadi salah satu lokasi yang mendukung pengembangan keilmuan falak.Bagi Prodi Ilmu Falak IAIN Curup, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memperluas pengalaman akademik sekaligus membangun hubungan dengan berbagai perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi keilmuan Ilmu Falak. Kehadiran Ketua Prodi Ilmu Falak IAIN Curup juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang pendidikan, penelitian, observasi astronomi Islam, maupun pengembangan keilmuan falak.Melalui kegiatan tersebut, IAIN Curup terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Ilmu Falak serta memberikan ruang bagi dosen untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan akademik dan observasi astronomi Islam di tingkat nasional.
Ketua Prodi Ilmu Falak IAIN Curup Ikuti Falak Day 2026 di UIN Raden Mas Said Surakarta
Ketua Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Curup, Ridho Kimurasoderi, M.H., mengikuti kegiatan Falak Day 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta.Kegiatan Falak Day 2026 mengusung tema “Camp Astronomi Islam: Menjelajah Langit, Astrofotografi, dan Rukyatul Hilal”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Falak dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai wadah untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperkuat silaturahmi dan jejaring akademik di bidang Ilmu Falak.Falak Day 2026 dilaksanakan pada Rabu–Jumat, 12–14 Agustus 2026, bertempat di Griya Sukuh Homestay & Villa, Kompleks Situs Candi Sukuh, Jalan Candi Sukuh, Tambak, Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.Dalam kegiatan tersebut, Ridho Kimurasoderi, M.H. hadir sebagai delegasi dari IAIN Curup. Keikutsertaan Ketua Prodi Ilmu Falak ini menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Falak IAIN Curup untuk terus mengembangkan jejaring kerja sama akademik serta mengikuti perkembangan kajian dan praktik astronomi Islam di tingkat nasional.Kegiatan Falak Day 2026 juga menjadi ruang bagi para akademisi dan mahasiswa Ilmu Falak untuk saling bertukar pengalaman mengenai perkembangan ilmu astronomi Islam, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pengamatan benda-benda langit, astrofotografi, serta praktik rukyatul hilal.Melalui keikutsertaan tersebut, diharapkan Prodi Ilmu Falak IAIN Curup dapat terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi atau kajian Ilmu Falak di Indonesia.Partisipasi Ridho Kimurasoderi, M.H. dalam Falak Day 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Prodi Ilmu Falak IAIN Curup dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen serta memperkuat eksistensi bidang Ilmu Falak di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
PKS Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup dengan UIN Raden Mas Said Surakarta
Perkuat Kolaborasi Keilmuan, Ketua Prodi Ilmu Falak IAIN Curup Jalin Kerja Sama dengan UIN Raden Mas Said SurakartaKaranganyar.Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Curup terus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara IAIN Curup dengan UIN Raden Mas Said Surakarta.Kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup, Ridho Kimurasoderi, M.H., dalam rangka memperkuat kolaborasi antarlembaga, khususnya dalam pengembangan keilmuan Ilmu Falak.Pelaksanaan kerja sama ini bertepatan dengan kegiatan Falak Day 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Melalui PKS tersebut, IAIN Curup dan UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang berkaitan dengan Ilmu Falak dan Astronomi Islam.Ketua Prodi Ilmu Falak IAIN Curup, Ridho Kimurasoderi, M.H., menyampaikan bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas akademik. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi serta pengalaman akademik.Kerja sama antara IAIN Curup dan UIN Raden Mas Said Surakarta menjadi langkah positif dalam memperkuat eksistensi Program Studi Ilmu Falak sekaligus memperluas jaringan akademik di tingkat nasional. Dengan adanya PKS ini, Prodi Ilmu Falak IAIN Curup menunjukkan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan perguruan tinggi lain sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam, khususnya dalam bidang Ilmu Falak.
Prodi Ilmu Falak IAIN Curup Raih Status Terakreditasi Pertama BAN-PT
Program Studi Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Kabupaten Rejang Lebong, resmi memperoleh Status Terakreditasi Pertama dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 453/SK/BAN-PT/Ak.P/2.0/S1/VII/2026 tentang Status Terakreditasi Pertama Program Studi Baru Ilmu Falak pada Program Sarjana IAIN Curup, Kabupaten Rejang Lebong.Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Juli 2026. Dalam keputusan BAN-PT, Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup dinyatakan berstatus Terakreditasi Pertama sebagai bagian dari pemenuhan status akreditasi bagi program studi baru.Status akreditasi ini menjadi salah satu langkah penting bagi pengembangan Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen IAIN Curup dalam memperkuat kualitas pendidikan, khususnya pada bidang ilmu falak yang memiliki keterkaitan erat dengan kajian keislaman dan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan keputusan BAN-PT, status Terakreditasi Pertama tersebut berlaku selama dua tahun terhitung sejak 28 Juli 2026. Selanjutnya, unit pengelola program studi diwajibkan mengajukan permohonan akreditasi program studi untuk memperoleh status terakreditasi atau terakreditasi unggul paling lambat dua tahun setelah program studi beroperasi.Dengan diperolehnya status Terakreditasi Pertama ini, Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola, sumber daya, serta pengembangan akademik. Capaian ini juga menjadi pijakan awal untuk terus meningkatkan mutu program studi menuju akreditasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.Keberhasilan memperoleh status Terakreditasi Pertama menjadi momentum bagi Program Studi Ilmu Falak IAIN Curup untuk terus berbenah dan berkembang, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan keilmuan falak di tingkat regional maupun nasional.