Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

FSEI IAIN Curup Matangkan Persiapan Visitasi Pemecahan Fakultas
Akademik Fakultas 29 Sep 2026

FSEI IAIN Curup Matangkan Persiapan Visitasi Pemecahan Fakultas

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup terus mematangkan persiapan menghadapi visitasi dan validasi data pemecahan fakultas menjadi Fakultas Syariah (Fasya) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026, bertempat di Ruang Smart Class Room. Rapat dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim terkait, di antaranya Wakil Rektor I, II, dan III, Kabiro AUK, Kepala LPM dan tim, Wakil Dekan I dan II, Kabag TU FSEI, serta seluruh tim visitasi dan validasi data pengembangan lembaga.Rapat tersebut membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kesiapan menghadapi visitasi, mulai dari kelengkapan data, dokumen pendukung, pembagian tugas, hingga kesiapan teknis yang diperlukan selama proses visitasi berlangsung.Visitasi dan validasi data pemecahan FSEI menjadi Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 12, 13, dan 14 Oktober 2026.Melalui persiapan yang dilakukan secara bersama dan terkoordinasi, FSEI IAIN Curup berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan visitasi dapat dipenuhi dengan baik. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kelembagaan dan penguatan tata kelola fakultas di lingkungan IAIN Curup.

FSEI IAIN Curup Gelar Rapat Pembentukan Panitia Yudisium
Kemahasiswaan Fakultas 29 Sep 2026

FSEI IAIN Curup Gelar Rapat Pembentukan Panitia Yudisium

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup menggelar rapat pembentukan panitia Yudisium sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan akademik bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan tahapan studinya.Rapat tersebut dihadiri oleh Kabag FSEI, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II, staf fakultas, serta perwakilan anggota HMPS dan DEMA. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi antarunsur fakultas dan mahasiswa dalam mempersiapkan pelaksanaan yudisium agar dapat berjalan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas, serta persiapan teknis pelaksanaan yudisium. Keterlibatan mahasiswa melalui HMPS dan DEMA diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendukung kelancaran kegiatan.Pembentukan panitia ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh kebutuhan yudisium dapat dipersiapkan dengan baik, mulai dari aspek administrasi hingga teknis kegiatan. Kolaborasi antara pimpinan, staf fakultas, dan organisasi mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelaksanaan yudisium yang terkoordinasi dan profesional.

Ketua Program Studi Hukum Tata Negara dan Wakil Dekan II Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Curup Ambil Peran Strategis dalam Munas APHUTARI 2026
Pengumuman Hukum Tata Negara 24 Sep 2026

Ketua Program Studi Hukum Tata Negara dan Wakil Dekan II Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Curup Ambil Peran Strategis dalam Munas APHUTARI 2026

Pekalongan, Jawa Tengah, 23-25 September 2026- Munas APHUTARI 2026 yang dirangkaikan dengan International Conference dan Call for Papers mempertemukan para Ketua Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah, akademisi, peneliti, dan pengelola program studi dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. Kegiatan yang didukung UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan hukum tata negara, politik hukum, penegakan hukum, serta demokrasi lingkungan berkelanjutan.International Conference mengangkat tema “Reconstructing Indonesia’s Legal Politics: Law Enforcement and Sustainable Environmental Democracy.” Tema tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas perkembangan politik hukum Indonesia, penguatan penegakan hukum, green constitution, serta pembangunan demokrasi lingkungan yang berkelanjutan.Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAIN Curup, Habiburrahman, S.H.I., M.H., dan Wakil Dekan II Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Curup sekaligus Dosen Hukum Tata Negara, David Aprizon Putra, S.H., M.H., turut berpartisipasi. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari upaya IAIN Curup memperkuat jejaring akademik dan kelembagaan dengan berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional.Tidak hanya berpartisipasi, keduanya juga mendapat kepercayaan dalam struktur kepengurusan APHUTARI periode 2026–2030. Habiburrahman, S.H.I., M.H. terpilih sebagai pengurus APHUTARI bidang SDM dan Organisasi, sedangkan David Aprizon Putra, S.H., M.H. terpilih sebagai Pengurus Koordinator Wilayah Sumatera APHUTARI masa bakti 2026–2030.Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi IAIN Curup dalam jejaring akademik Hukum Tata Negara di tingkat nasional. Amanah yang diberikan juga membuka ruang bagi IAIN Curup untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, organisasi, pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan kerja sama antarkampus.Munas APHUTARI 2026 sekaligus menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2022–2026 dan pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarkampus dalam merespons berbagai perkembangan dan tantangan keilmuan Hukum Tata Negara di Indonesia.Melalui partisipasi dan keterlibatan dalam kepengurusan APHUTARI tersebut, IAIN Curup menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam pengembangan keilmuan, jejaring kelembagaan, serta peningkatan kualitas pendidikan Hukum Tata Negara di tingkat nasional.

Bekali Pengalaman Menuju Dunia Profesional, Dosen Pembimbing Antar Mahasiswa PKL Perbankan Syariah ke Instansi Mitra
Kemahasiswaan Perbankan Syariah 23 Sep 2026

Bekali Pengalaman Menuju Dunia Profesional, Dosen Pembimbing Antar Mahasiswa PKL Perbankan Syariah ke Instansi Mitra

PERBANKAN SYARIAH HEBAT, 21 September 2026 — Hari pertama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam mengawali pengalaman langsung di dunia kerja. Sebagai bentuk pendampingan dan komitmen institusi terhadap keberhasilan program akademik tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mengantarkan mahasiswa ke sejumlah instansi mitra tempat mereka melaksanakan PKL.Pengantaran mahasiswa oleh DPL tidak hanya menjadi bagian dari proses administrasi pelaksanaan PKL, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian dan pendampingan akademik kepada mahasiswa. Kehadiran dosen di lokasi penempatan sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan mahasiswa kepada pihak instansi serta membangun komunikasi awal antara perguruan tinggi dan mitra kerja sama.Setibanya di lokasi, mahasiswa diperkenalkan kepada pihak instansi dan memperoleh arahan mengenai tata tertib, budaya kerja, serta tugas dan tanggung jawab yang akan dijalankan selama mengikuti PKL. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan sikap disiplin, profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika selama berada di lingkungan kerja.Bagi mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, pelaksanaan PKL menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan. Berbagai pengetahuan mengenai perbankan syariah, pelayanan nasabah, administrasi, operasional lembaga keuangan, serta prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah dapat dipelajari secara langsung melalui pengalaman di lapangan.Sementara itu, bagi Dosen Pembimbing Lapangan, pendampingan tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan mahasiswa dapat menjalani proses PKL secara terarah. DPL juga berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, program studi, dan pihak instansi apabila selama pelaksanaan PKL terdapat hal-hal yang membutuhkan koordinasi.Program Studi Perbankan Syariah berharap pelaksanaan PKL dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, pelayanan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan profesional.Dengan dimulainya kegiatan PKL, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, beradaptasi, dan membangun pengalaman sebanyak mungkin. Kehadiran Dosen Pembimbing Lapangan pada hari pengantaran menjadi langkah awal untuk memastikan perjalanan akademik tersebut berlangsung dengan baik.PKL bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia profesional secara nyata—belajar dari pengalaman, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi lulusan Perbankan Syariah yang siap berkontribusi di tengah perkembangan industri keuangan.

Observasi Lapangan PKL, Mahasiswa Perbankan Syariah Jajaki 27 Instansi Bank dan Lembaga Keuangan
Akademik Perbankan Syariah 23 Sep 2026

Observasi Lapangan PKL, Mahasiswa Perbankan Syariah Jajaki 27 Instansi Bank dan Lembaga Keuangan

Perbankan Syariah, 11-18 september 2026 — Program Studi Perbankan Syariah melaksanakan kegiatan observasi lapangan dalam rangka persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan melibatkan sebanyak 27 instansi perbankan dan lembaga keuangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu memahami secara langsung dunia kerja sekaligus menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan.Observasi lapangan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara lebih mendalam mengenai kesiapan dan kondisi masing-masing instansi yang menjadi lokasi pelaksanaan PKL. Sebanyak 27 instansi dari sektor perbankan dan keuangan menjadi bagian dari kegiatan ini, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai aktivitas dan lingkungan kerja di industri keuangan.Dalam kegiatan observasi, tim melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan PKL, mulai dari lingkungan kerja, aktivitas pelayanan dan operasional, hingga peluang mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis selama menjalani program.Bagi mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, kegiatan ini memiliki arti penting karena industri perbankan dan keuangan syariah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep dan prinsip syariah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri.Kegiatan observasi juga menjadi momentum untuk membangun dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Kolaborasi dengan 27 instansi perbankan dan lembaga keuangan diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pelaksanaan PKL, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh gambaran nyata mengenai profesionalisme dan tanggung jawab di lingkungan perbankan dan lembaga keuangan. Pengalaman yang diperoleh selama PKL nantinya diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.Program Studi Perbankan Syariah terus berupaya memastikan pelaksanaan PKL tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kompetensi dan pengalaman profesional mahasiswa. Dengan melibatkan berbagai instansi perbankan dan lembaga keuangan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pilihan lokasi PKL yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.Sebanyak 27 instansi yang terlibat menjadi bagian dari langkah strategis Program Studi Perbankan Syariah dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri keuangan, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di dunia kerja.

Kaprodi HTN dan Dekan FSEI IAIN Curup Lakukan Kunjungan Balasan ke IKADIN, Tindak Lanjuti MoA melalui Program Magang PPL Peradilan
Akademik Hukum Tata Negara 14 Sep 2026

Kaprodi HTN dan Dekan FSEI IAIN Curup Lakukan Kunjungan Balasan ke IKADIN, Tindak Lanjuti MoA melalui Program Magang PPL Peradilan

Bengkulu 14 September 2026 — Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup melakukan kunjungan balasan ke Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) dan ditandatangani oleh kedua pihak.Kunjungan tersebut dilakukan oleh Dekan FSEI IAIN Curup bersama Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menindaklanjuti kerja sama yang telah disepakati, khususnya dalam bidang pendidikan dan praktik hukum bagi mahasiswa.Dalam kunjungan tersebut, pihak IAIN Curup dan IKADIN membahas implementasi MoA melalui pelaksanaan kegiatan magang atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Peradilan bagi mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman secara langsung mengenai praktik hukum dan profesi advokat serta memahami proses penyelesaian perkara di lapangan.Pelaksanaan PPL Peradilan di IKADIN juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik hukum secara langsung. Mahasiswa nantinya dapat belajar mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan profesi hukum, mulai dari pendampingan dan konsultasi hukum hingga proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Habiburrahman, S.H.I., M.H menyampaikan bahwa tindak lanjut kerja sama tersebut merupakan langkah penting dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga profesi hukum dapat membantu mahasiswa memahami dunia hukum secara lebih komprehensif.Sementara itu, pihak IKADIN menyambut baik rencana pelaksanaan PPL Peradilan bagi mahasiswa Prodi HTN IAIN Curup. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang hukum.Dengan adanya tindak lanjut MoA tersebut, Prodi HTN FSEI IAIN Curup terus mendorong terjalinnya kerja sama dengan berbagai lembaga peradilan, lembaga bantuan hukum, kejaksaan, serta organisasi profesi hukum sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.