Menu

Indeks Berita

Kumpulan berita, informasi, dan pengumuman terbaru.

Torehkan Prestasi di Kandang Sendiri, UDETE HTN IAIN Curup Raih Juara III Debat Hukum 2024
Kemahasiswaan Hukum Tata Negara 26 Nov 2024

Torehkan Prestasi di Kandang Sendiri, UDETE HTN IAIN Curup Raih Juara III Debat Hukum 2024

Rejang Lebong, 26 November 2024 – KAPITEN (Kabar Prestasi Hukum Tata Negara) kembali menghadirkan kabar membanggakan dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup. Tim UDETE (Hukum Tata Negara Debat Team) berhasil meraih Juara III pada Lomba Debat Hukum Gebyar HTN FSEI IAIN Curup 2024.Tim yang beranggotakan Dewa Anugrah Pratama (Semester 3, Angkatan 2023), Lala Nabila Utami (Semester 3, Angkatan 2023), dan Regina Putri Utami (Semester 3, Angkatan 2023) berhasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis, penguasaan materi hukum, serta argumentasi yang sistematis selama kompetisi berlangsung. Atas penampilan tersebut, tim UDETE berhasil meraih posisi ketiga dan mengharumkan nama Program Studi Hukum Tata Negara.Prestasi ini menjadi bukti komitmen Prodi HTN dalam membina mahasiswa agar aktif mengembangkan kompetensi akademik, khususnya di bidang debat hukum. Melalui kegiatan kompetitif seperti ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kemampuan analisis, komunikasi, serta penyelesaian persoalan hukum secara ilmiah.Keluarga besar Program Studi Hukum Tata Negara FSEI IAIN Curup mengucapkan selamat kepada Dewa, Lala, dan Gina atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi, mengembangkan kemampuan, dan mengharumkan nama Prodi HTN serta IAIN Curup di berbagai kompetisi akademik.

UDETE HTN IAIN Curup Sabet Juara I Debat pada Anugerah FORMAKIP 2024
Kemahasiswaan Hukum Tata Negara 26 Nov 2024

UDETE HTN IAIN Curup Sabet Juara I Debat pada Anugerah FORMAKIP 2024

Rejang Lebong, 26 November 2024 – KAPITEN (Kabar Prestasi Hukum Tata Negara) kembali menghadirkan kabar membanggakan dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup. Tim UDETE (Hukum Tata Negara Debat Team) berhasil meraih Juara I pada cabang Lomba Debat dalam ajang Anugerah FORMAKIP IAIN Curup 2024.Tim UDETE yang terdiri atas Dewa Anugrah (Angkatan 2023), Dita (Angkatan 2023), dan M. Rafly (Angkatan 2024) berhasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis, penguasaan materi, serta penyampaian argumentasi yang sistematis sehingga berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi tersebut.Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara tidak hanya unggul dalam bidang akademik di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas intelektual melalui ajang debat. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik.Keluarga besar Program Studi Hukum Tata Negara FSEI IAIN Curup mengucapkan selamat kepada Dewa Anugrah, Dita, dan M. Rafly atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama Prodi HTN serta IAIN Curup di tingkat yang lebih tinggi.

Reza Ravika Borong Dua Gelar pada PORMA IAIN Curup 2024, Harumkan Nama Prodi HTN
Kemahasiswaan Hukum Tata Negara 26 Nov 2024

Reza Ravika Borong Dua Gelar pada PORMA IAIN Curup 2024, Harumkan Nama Prodi HTN

Rejang Lebong, 26 November 2024 – KAPITEN (Kabar Prestasi Hukum Tata Negara) kembali menghadirkan kabar membanggakan dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup. Mahasiswi HTN angkatan 2022, Reza Ravika, berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (PORMA) IAIN Curup 2024.Dalam kompetisi tersebut, Reza Ravika sukses meraih Juara 1 Tenis Meja Tunggal Putri dan Juara 3 Badminton Tunggal Putri. Capaian ini menjadi bukti semangat, kerja keras, dan dedikasi mahasiswa Prodi HTN dalam mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang olahraga.Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkompetisi secara sehat, mengembangkan bakat, serta membawa nama baik Program Studi Hukum Tata Negara dan IAIN Curup di berbagai ajang kompetisi.Keluarga besar Program Studi Hukum Tata Negara FSEI IAIN Curup mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Reza Ravika atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan menginspirasi mahasiswa lainnya.

Mahasiswa HTN IAIN Curup Raih Juara III Lomba Cerdas Cermat Dies Natalis HIMIKA Part V Universitas Dehasen Bengkulu Tahun 2024
Kemahasiswaan Hukum Tata Negara 16 Nov 2024

Mahasiswa HTN IAIN Curup Raih Juara III Lomba Cerdas Cermat Dies Natalis HIMIKA Part V Universitas Dehasen Bengkulu Tahun 2024

Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Curup melalui organisasi U-DETE HTN mengirimkan tiga tim untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) dalam rangka Dies Natalis HIMIKA Part V Universitas Dehasen Bengkulu Tahun 2024. Ketiga tim tersebut berpartisipasi sebagai bentuk komitmen Program Studi HTN dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan meningkatkan daya saing melalui kompetisi antarmahasiswa.Dalam pelaksanaannya, dua tim harus terhenti pada babak penyisihan. Namun, satu tim berhasil menunjukkan performa yang membanggakan hingga meraih Juara III pada kompetisi tersebut. Tim yang mengharumkan nama Program Studi HTN IAIN Curup tersebut beranggotakan Anggel Aulia Marsella, Regina Putri Utami, dan Lala Nabila Utami.Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat juang, kerja sama, dan kemampuan akademik mahasiswa HTN mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti berbagai kompetisi, serta terus mengharumkan nama Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Curup di tingkat regional maupun nasional.

Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup Perkuat Sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang
Akademik Hukum Tata Negara 12 Nov 2024

Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup Perkuat Sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang

Kepahiang 12 November 2024 – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Curup melaksanakan kunjungan akademik ke Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan hukum.Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara serta disambut langsung oleh jajaran Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pelaksanaan praktik peradilan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program akademik.Selain sesi diskusi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antara Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup dan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang. Mahasiswa turut memperoleh wawasan mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme penyelesaian perkara di lingkungan peradilan agama.Melalui kegiatan ini, Prodi Hukum Tata Negara IAIN Curup berharap sinergi dengan Pengadilan Agama Kabupaten Kepahiang dapat terus berkembang dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperluas jejaring kemitraan, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan pengalaman praktik yang mumpuni di bidang hukum.

Dosen Prodi HTN IAIN Curup Menjadi Narasumber dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas PKD dan PTPS yang diselenggarakan oleh BAWASLU Rejang Lebong Tahun 2024
Pengumuman Hukum Tata Negara 07 Nov 2024

Dosen Prodi HTN IAIN Curup Menjadi Narasumber dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas PKD dan PTPS yang diselenggarakan oleh BAWASLU Rejang Lebong Tahun 2024

Rejang Lebong, 7 November 2024 - Penguatan kapasitas Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) menjadi salah satu langkah penting dalam mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.Hal tersebut disampaikan oleh Habiburrahman, S.H.I., M.H. dan Tomi Agustian, S.H., M.H., selaku dosen Hukum Tata Negara (HTN), dalam kegiatan penguatan kapasitas pengawas pemilu yang membahas peran, tugas, regulasi, serta strategi pengawasan PKD dan PTPS dalam mengawal Pilkada.Dalam pemaparannya, Habiburrahman menjelaskan bahwa PKD dan PTPS memiliki posisi strategis dalam memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PKD bertugas mengawasi tahapan pemilihan di tingkat kelurahan atau desa, sedangkan PTPS berperan mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara.“Pengawas pemilu harus memahami struktur kelembagaan, regulasi, serta tata cara penanganan pelanggaran. Pengawasan yang baik tidak hanya dilakukan pada hari pemungutan suara, tetapi sejak tahapan persiapan, kampanye, distribusi logistik, hingga penghitungan suara,” ujar Habiburrahman.Ia menambahkan, pemahaman terhadap regulasi menjadi modal utama bagi PKD dan PTPS dalam menjalankan tugas. Beberapa ketentuan yang perlu dipahami antara lain Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, peraturan Bawaslu, peraturan KPU, serta kode etik penyelenggara dan pengawas pemilu. Materi kegiatan juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap prosedur pelaporan dugaan pelanggaran, netralitas aparatur sipil negara, pencegahan politik uang, dan penggunaan sistem informasi pengawasan pemilu.Sementara itu, Tomi Agustian menekankan bahwa pengawas pemilu harus memiliki kompetensi observasi, analisis, komunikasi, ketegasan, dan netralitas. Menurutnya, pengawas tidak boleh berpihak kepada peserta pemilihan dan harus mampu mengambil tindakan secara profesional ketika menemukan dugaan pelanggaran.“Integritas pengawas merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap laporan harus disusun secara rinci, berdasarkan fakta, dan dilengkapi dengan bukti pendukung agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Tomi.Menurut Tomi, tantangan yang dihadapi PKD dan PTPS di lapangan cukup beragam, mulai dari praktik politik uang, intimidasi, tekanan dari pihak tertentu, keterbatasan dukungan logistik, hingga masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan pemilu.Untuk menghadapi tantangan tersebut, pengawas didorong membangun koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan, aparat keamanan, pemantau pemilu, serta masyarakat. Selain itu, pemetaan wilayah rawan pelanggaran, edukasi kepada pemilih, dan pemanfaatan teknologi dalam pelaporan juga dinilai penting untuk memperkuat efektivitas pengawasan.Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kapasitas PKD serta PTPS dalam menjalankan tugas. Dengan pengawasan yang kuat, seluruh tahapan Pilkada diharapkan berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.Habiburrahman dan Tomi Agustian juga mengingatkan agar seluruh pengawas bekerja secara jujur, tegas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengawal proses demokrasi di tingkat kelurahan, desa, hingga TPS.